liberation under my skirt

liberation under my skirt
rocklady

hellcome!!

hi..jika kamu sebaris..
then.. CHEERS!!! ol of u..lets make a toast at the end of this fuckin' day!!!

belong's to a lady rawvodcabilly

Foto saya
camden town
takkan cukup hitam dan putih saja, layaknya secarik kertas putih menari-nari dengan si tinta hitam di sela ribuan distorsi, dunia ini lebih dari itu. karena ada kehidupan di dalamnya, banyak warna di sana mampu ciptakan 'pelangi'. selami jiwa yang memiliki ketenangan krna dari dalam ketenangan tersirat ribuan jeritan bising yg amat berharga dari kehidupan sekitar. dan selamanya lelaki tak tau diri tak memiliki makna apa2. ludahi mereka. yg bertingkah tak jauh beda dg org yg semena-mena mengats namakan otoritas, kapital, arogansi untuk menindas org laen. hargai dan jaga dirimu, kemudian sekitarmu.

layak kunjung

Sabtu, 06 Februari 2010

ANTARA NURANI PEMBEBASAN, berikan hati nuranimu setitik cahaya kebebasan [!]

suatu saat seorang kawan pernah menyampaikan pertanyaan, ke mana perginya hati nurani orang yang baru saja dia amatin. Baginya orang tadi udah ga punya yang namanya hati nurani lagi. Yaph, gimana pun kita saat ini tengah di hadapkan pada peradaban yang udah tak memiliki wajah dan nurani sih. Hingga ada yang sudi berbahagia setelah berhasil menginjak-injak hak manusia yang lain. Sucks! Sebenernya sering sekali kita temui, orang2 kayak gitu di sekitaran. Bahkan di deket kamu ndiri hingga detik di saat kamu ngebaca tulisan ini. AaAawW!!? Kayax yg saia alamin... Kawan saia sendiri ternyata juga enggak jauh beda ko ma orang tadi. Kawan saia ini juga pernah “nyaman” dan “bangga” dengan menindas hak manusia lain. Entah dia sadari ato tidak. Kemudian muncul pertanyaan baru yang masi sama. Kemana perginya hati nurani kawan saia ketika itu? Saia ga mau de ambil pusing.. Mungkin hati nurani kawan saia ini lagi mabok ma temen’y. Padahal yg sebenernya sih.. udah dikebiri ama egonya sendiri.
sadari donG, bahwa hati nurani itu bakal segera angkat kaki ketika manusia lebih mengedepankan egonya. Layak’y orang yg abis dtinggalin pacar, udah hatinya retak eh justru ia tambal dengan sebotol ego, hanya akan ngebawa dia kesana-kemari mencari pelampiasan hingga puAsss... hAiaH!!... Manusia kayak kita memang mungkin gax akan pernah pantas pny ksempatan memutar waktu kembali lalu merubah apa yg uda terjadi (byangin aja sih.. gmana kucar kacir’y ego manusiA ketika memutar sang waktu pasti ngaco abis). Semua aspek hidup ini juga terus berubah ko seiring perubahan manusianya. Yaph.. hati nurani pasti berkata ada yang berubah dan kita mungkin ga terlalu berharap hati nurani itu akan mampu ngebaca angan dan ngedengerin kemauan kita. Tapi, COME ON.. mendengarkan hati nurani kita berarti memberi keterbukaan ego terhadap seluruh realitas dengan segala nilai-nilainya. Mungkin nurani kita bisa saja salah dipandangan orang lain, akan tetapi nurani mutlak sebagai kesadaran kita sebagai individu yg menilai perbuatan kita sendiri.

Nur tu kan artinya cahaya..hati nurani selain merupakan sesuatu yg paling jujur, tidak dapat brbohong yg ada di stiap diri kita, juga merupakan sebongkah hati yang diterangi oleh cahaya. Kita sllu mengikuti keputusan yg pasti dari hati nurani kita, klo kita sngaja bertindak melawany, sbenar’y kita tengah menghukum diri kita sendiri cuy. Memang sih, karena ketidaktahuan hati nurani bisa aja membuat keputusan yang keliru mengenai tindakan yg  kita rencanakan/udah lakukan. Dan juga tak dapat disanggah kalo ada perbedaan pandangan dalam masalah-masalah moral. Semua itu tetaplah ada, toh kita tentu harus sadar akan keberagaman di sekitar kita. Jika kita memiliki kemauan dan pemikiran,  penyebab dari ketidaktahuan dan perbedaan pandangan itu bisa diterangkan. Semua itu terbuka untuk sebuah perdebatan, pembenaran dan penyangkalan. Kita yang melawan dan tentunya menjunjung tinggi kebersamaan mustinya mau dong mencoba mengembangkan hati nurani kita dan juga seluruh bentuk perlawanan kita sampai menjadi matang dan seimbang.  AaHaa! Dari sini cuy..Mantapkan nuranimu, kepal erat tanganmu dan angkat setinggi mungkin cuy!

Perubahan itu bisa dimulai dari sekarang. Ada yg bilang “Ada dua cara untuk menghadapi kesulitan, merubah kesulitan itu atau mengubah dirimu sendiri untuk menghadapinya.” . Bwad berubah ga lantas musti sampai kehilangan hati nurani sendiri kan bro? sist? Dear?..
Ayolah,, jangan sampe deeh ngebiarin diri kamu sendiri jadi duplikat orang tadi. Jadi manusia bebas tanpa mencoba mengembangkan hati nurani n bentuk perlawanan kita adalah dibutakan oleh kebebasan itu sendiri. Sebagai diri kita masing2, kita udah pasti mampu ko bertindak lebih bijak dengan hati nurani kita tanpa mengebiri hak2 kemanusiaan lain. Hingga nantinya seluruh perlawanan kita selama ini dan segala bentuk kebebasan yang kita persembahkan akan mampu melepas segala ikatan yang membelenggu orang2 di sekitar kita bukan hanya kita doank. Dan jangan sampai jadi memBUTA ;)
Kita yang berusaha agar tetap berdiri memperjuangkan kebebasan milik kita bukan lantas bebas meremehkan orang laen atopun asal bertindak saat kebebasan itu dipermainkan seenaknya oleh yang lain. Setiap kebebasan yang berhasil kamu persembahkan kepada yang tertindas, kawan2 seperlawanan, atopun your own fuckinself.. pasti akan diiringi semangat penghayatan tentang makna kebebasan di dalam hati nurani yang bebas dan tak dibutakan ego. Terlepas dari penting ato engga makna itu bwad orang laen. Bukan hal yang sia-sia untk tetap mempertahankan hati nurani kita dalam melawan segala penindasan itu, dalam jiwa yang paling gelap dan proses belajar tentang kebebasan yang paling ingin kamu wujudkan sekalipun.
Udaahh..jangan dicari terus nurani itu pergi ke mana... Pastikan selalu hati nurani itu ada bersama kita dimanapun, bagaimanapun, dan kapanpun!!! jangan bosan berdiskusi atas suatu ketidaktahuan dan perbedaan, ungkapkan pendapatmu, dan katakan tidak jika tidak!

CONSCIENCE  BETWEEN LIBERATION, ANTARA  NURANI  PEMBEBASAN
Ini memang bukan tentang sesuatu yang anarkis.. namun sistem uang dan bullshit yg menjalar sungguh tak pantas ditukar dengan milik kita yang berharga yg salah satunya ada dlam diri kita sedari lahir.yg di perlukan adalah menghancurkan mereka bukan kita. Buang segala janji romantis mereka, orang2 berdasi 'n berpangkat tinggi..namun anjlok kadar moralitas'y! Bagi kita hanya dgn memusnahkan dan menjebak mereka maka kita bisa  membersihkan kotoran” anjing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar